Taman Pelangi Surabaya, Penyambut di Perbatasan Surabaya

14.36.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Postingan kali ini tentang Taman Pelangi Surabaya. Gara-gara selesai pulang kuliah dan bingung mau ngapain di rumah, akhirnya mampir main ke taman pelangi ini karena setiap berangkat atau pulang kuliah selalu lewat taman ini. Sekitar jam 7 malam mampir ke taman ini dan memang kebetulan banget lagi bawa kamera.
Taman Pelangi Dari Atas
Taman Pelangi ini berlokasi di tengah jalan raya padat dengan desain unik dan memiliki ciri khas sendiri di tengah tamannya. Ya memang tidak sebesar dan seramai taman lain seperti Taman Bungkul tapi taman ini cukup patut untuk dikunjungi. Disebut taman pelangi karena ketika malam taman yang memiliki monumen dengan struktur layout berbentuk rangkaian batang dalam pola lengkung dan bercahaya warna warni. Taman pelangi ini juga berfungsi sebagai ruang hijau di kota metropolitan seperti Surabaya.

Akses
Untuk menuju taman ini sangat banyak akses transportasinya. Lokasi yang berada di jalan raya Ahmad Yani yang merupakan jalan utama penghubung surabaya dengan luar kota sehingga taman ini seperti taman penyambut bagi yang datang ke Surabaya dan taman pelepas bagi yang keluar dari Surabaya. Akses transportasi bisa menggunakan bus kota atau angkot dengan jurusan sidoarjo atau terminal Bungurasih. Tinggal tanya aja apakah lewat kantor BULOG (DOLOG) karena taman ini berada di seberang kantor tersebut. Naik motor pun bisa yang jelas melewati jl Ahmad Yani menuju arah Sidoarjo, lalu di sebelah taman pelangi ini putar balik karena untuk tempat parkir hanya di sisi barat atau diseberang kantor Bulog tadi. Kalo saya sih naik motor karena dari rumah menuju taman ini cuma sekitar 10 menit paling lama kalo sedang macet wkwkwk

Google Map

Fasilitas
Seperti ruang publik pada umumnya yang pasti terdapat tempat parkir. Di taman ini tempat parkirnya tidak terlalu luas mungkin hanya mampu menampung sekitar beberapa puluh motor dan beberapa mobil. Untuk biaya parkir seperti umumnya yaitu cuma 3ribu rupiah. Lanjut ke tempat yang wajib dibuat foto yaitu monumen yang menjadi ikon dari taman pelangi ini. Saat siang hari hanya berwarna putih tapi kalo anda kesini malam hari monumen ini berwarna seperti pelangi yang berasal dari lampu yang berubah ubah warnanya.
Ikon Taman Pelangi
Ikon Taman Pelangi
Dari Sudut Lain
Untuk bunga di tamannya sendiri ada banyak beragam macam mulai bunga jenis semak yang rendah sampai pohon yang cukup rimbun menutup sisi tengah taman ini. Cuma karena saya kesini malam hari jadi gak bisa foto warna bunga yang ada disini. Untuk jalan setapak dan kondisi taman ini bisa dibilang cukup bersih bebas dari sampah. Mungkin hanya ada beberapa daun yang jatuh yang belum di ambil oleh pihak kebersihan. Tempat sampah yang disediakan juga cukup banyak yang tersebar di beberapa sudut taman.
Bunga Taman Pelangi
Jalan Setapak
Tempat Sampah Salah Satu Sudut
Di tengah taman juga terdapat ruang kosong yang cukup luas yang bisa dipakai tempat kumpul atau ‘cangkrukan’. Tenang aja di taman ini diberikan penerangan yang cukup dan ada pihak keamanan yang siap siaga berjaga dan berkeliling. Fasilitas penunjang lain adalah terdapat kantor pengurus taman dan toilet jadi tidak usah bingung kalo sedang kebelet wkwk.
Jalan Setapak yang Bersih
Ruang Kosong Tengah Taman
Toilet Taman
Selain itu beberapa hal yang membuat taman ini nyaman adalah tidak adanya penjual di dalam taman jadi tidak perlu terganggu oleh penjual yang menawarkan dagangan. Waktu kesini hanya ada satu penjual minuman itupun di area parkir. Dan satu hal lagi yaitu taman ini terletak di tengah jalan yang padat lalu lintas jadi harap sabar kalo mendengar suara klakson yang cukup berisik saat macet haha.
Tanda Dilarang Memetik Bunga
Terowongan Bunga
Kesimpulan
yang dari luar kota atau akan menuju luar kota dan melalui Jl Ahmad Yani bisa menyempatkan diri untuk mampir ke Taman Pelangi ini sebagai salah satu taman kota di kota Surabaya. 

0 komentar:

Hutan Bambu Surabaya, Tempat Keren Untuk Fotografi

20.05.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Lanjut cerita sebelumnya tentang Taman Sakura Keputih sekalian mampir ke Hutan Bambu Keputih dan masih tentang hunting dadakan karena dosen gak masuk kuliah. Yap dibilang dadakan karena rencana ke tempat ini dilakukan 5 menit sebelum jalan ke parkiran kampus. Karena dadakan tersebut alhasil hanya bawa kamera HP untuk jepret sana sini di Taman Sakura maupun di Hutan Bambu Keputih ini. Untungnya masih ada tripod yang masih dibawa temen di kostnya dan bisa dibawa waktu main ke tempat ini.
Hutan Bambu
Hutan Bambu ini letaknya bersebelahan dengan Taman Sakura. Jadi siapa pun yang main ke Taman Sakura pasti menyempatkan untuk ke Hutan Bambu ini. Terdapat dua lokasi Hutan Bambu ini, yang pertama di sebelah selatan jalan jadi satu dengan Taman Sakura, sedangkan lokasi yang kedua tempatnya di utara jalan kalo dari Taman Sakura perlu menyeberang jalan sekitar 10 meter. Sedikit info aja nih dulu Hutan Bambu ini juga digunakan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sudah tidak digunakan sekitar 11 tahun yang akhirnya digunakan sebagai taman wisata tetapi belum dikelola secara penuh oleh Pemkot Surabaya.

Akses
Untuk menuju lokasi ini sama dengan akses ke Taman Sakura Keputih yaitu tinggal menuju daerah kampus ITS kemudian melalui jalan Arif Rahman Hakim terus kearah timur menuju jalan keputih. Dari jalan Keputih masih lurus ke timur sampai ada jalan belokan dengan palang tulisan Puskesmas Keputih atau tulisan Teminal keputih lalu belok kanan mengikuti jalan. Kemudian tidak jauh setelah belok tadi di sebelah kiri jalan akan ada jalan di antara Puskesmas dan Terminal lalu masuk ke jalan tersebut. Setelah masuk jalan ini akan terlihat pemandangan pohon bambu di kanan kiri jalan dan silahkan cari tempat parkirnya.
Hutan Bambu
Google Map

Fasilitas
Untuk fasilitas di taman ini tidak terlalu banyak setahu saya, hanya ada tempat parkir dan selebihnya adalah hutan bambu yang cukup rimbun. Bagi anda yang hobi foografi tempat ini bisa dijadikan salah satu referensi spot foto karena tempat ini bisa dibilang antimainstream dan tidak ada di tempat lain di kota Surabaya. Di Hutan Bambu ini biasanya digunakan untuk foto pre-wedding ataupun foto buku angkatan anak sekolah atau mahasiswa. Taman ini sering digunakan karena disini untuk kegiatan fotografi tidak dipungut bayaran alias gratis hanya membayar uang keamanan parkir, berbeda dengan tempat keren lainnya yang digunakan untuk foto prewed atau semacamnya pasti menarik biaya tambahan.
Spot Foto Hutan Bambu
Spot Foto Hutan Bambu
Untuk bagian Hutan Bambu yang bergandengan dengan Taman Sakura menurut saya pohon-pohon bambu disini cukup renggang dan bagian utara yang seberang Taman Sakura posisi pohon bambu cukup rapat. Kebetulan kemarin cuma main di bagian selatan yang bergandengan dengan Taman Sakura jadi tidak ada foto Hutan Bambu yang sebelah utara yang lebih sering digunakan untuk sesi foto.
Bambu Yang Rimbun
Kalo anda mengunjungi Hutan Bambu ini saat musim kemarau bambu-bambu disini warnanya mayoritas kuning dan saat musim hujan tentu warna bambu sampai daunnya mayoritas hijau. Tinggal sesuaikan dengan tema yang ingin digunakan untuk fotografi. Perlu diperhatikan apabila anda datang ke tempat ini musim kemarau, ada himbauan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena tumpukan daun kering yang jatuh sifatnya mudah terbakar. Jadi tetap jaga keamanan dan keindahan taman sebaik mungkin yang pada akhirnya taman ini juga dinikmati oleh semua masyarakat secara gratis.
Pohon Bambu dari dekat
Kesimpulan
Hutan Bambu ini merupakan spot yang cukup menarik untuk fotografi karena pemandangannya yang cukup unik dan letaknya yang berdekatan dengan Taman Sakura membuat Hutan Bambu ini patut dijadikan referensi wisata bagi yang sedang main ke Surabaya Timur.


0 komentar:

Teatrikal Perobekan Bendera Hotel Yamato Surabaya, Pengulangan Sejarah Indonesia

14.05.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Beberapa hari lalu dapat info dari sosmed kalo akan ada pertunjukan teatrikal rekonstruksi peristiwa perobekan bendera belanda di hotel yamato atau yang sekarang ini dikenal dengan hotel majapahit. Acara digelar hari Senin jam 6.00-9.00 WIB. Berhubung hari Senin gak ada jadwal kuliah akhirnya bisa menyempatkan datang ke acara ini meskipun datangnya siang wkwkwk. Acara dilakukan sepanjang jalan tunjungan dan untuk kendaraan parkirnya di jalan Genteng kali.
Hotel Yamato yang kini bernama Hotel Majapahit
Peristiwa bersejarah tersebut di rekonstruksi ulang semirip mungkin
Tepat 71 tahun lalu di lokasi yang sama Arek-Arek Suroboyo melawan Belanda dan merobek warna biru pada bendera Belanda diatas hotel dan hanya menyisakan warna merah putih yang merupakan bendera Indonesia. Peristiwa bersejarah tersebut di rekonstruksi ulang semirip mungkin dengan kondisi saat itu. Acara ini dihadiri oleh pejabat pemkot Surabaya termasuk walikota Bu Risma, beberapa regu dari TNI, Polisi dan ratusan veteran perang. Tak lupa juga ratusan paduan suara dari siswa/siswi SD SMP dan SMA. Acara diawali dengan upacara tetapi karena saya datangnya siang alhasil gak dapat momen upacaranya. Waktu datang jam setengah 8, persiapan acara teatrikal telah siap dan akan dimulainya pertunjukan.
Veteran Perang
TNI
Paduan Suara SMP-SMA
Narator
Pembacaan narasi perjuangan yang sangat heroik dan nasionalis sampai bikin merinding
Aksi teatrikal diawali dengan para pemeran orang belanda melewati depan hotel majapahit dengan menaiki mobil jeep klasik. Tak lupa diatas hotel sudah dikibarkan bendera belanda yang akan dirobek oleh Arek-Arek Suroboyo. Selanjutnya ditampilkan aksi protes arek suroboyo terhadap orang belanda yang ada di hotel itu untuk segera menurunkan bendera sampai terjadi kericuhan dan ada dua arek suroboyo yang tertembak dan gugur pada saat itu. Puncak dari amarah arek-arek suroboyo ini adalah perobekan warna biru pada bendera Belanda dan akhirnya dikibarkan bendera merah putih diatas hotel. Didalam teatrikal ini juga terdapat momen pembacaan narasi yang menurut saya sangat nasionalis untuk membela negara Indonesia dan jujur saya sendiri mendengarnya langsung merinding semangat. Setelah bendera merah putih berkibar selanjutnya adalah aksi pengantaran jenazah pejuang yang telah gugur ditembak oleh Belanda.
Orang Belanda Mau Lewat
Naik Mobil Jeep Klasik
Protes Arek-Arek Suroboyo
Menuju Tiang Bendera
Bendera Belanda Diturunkan
Perobekan Bendera
Merah Putih Berkibar
“JAS MERAH”, Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah
Semua yang ditampilkan dibuat semirip mungkin yang menggambarkan keadaan sebenarnya 71 tahun silam yang menjadi salah satu sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Saya rasa acara ini juga membakar rasa nasionalisme para penerus bangsa (termasuk saya dan banyak adek-adek sekolah yang lihat secara langsung). Ya memang tadi sempat ada adegan yang cukup fail alias gagal dan membuat para penonton tertawa yaitu saat membuang kain biru dari bendera dan terbang lalu menyangkut di kabel listrik di samping hotel. Tapi secara keseluruhan ini adalah acara yang menggambarkan sejarah bahwa kemerdekaan tidak hanya di tanggal 17 Agustus 1945 tetapi masih banyak perjuangan yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan. Seperti kata bung Karno “JAS MERAH”, Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah.

MERDEKA .... !!! MERDEKA .... !!! MERDEKA .... !!!

Mbak Narator
Para Pemain Teater
Pejuang yang Gugur
Veteran bersama siswa SD
Seniman Lukis
sekian tulisan saya tentang teatrikal perobekan bendera yang telah berlangsung tadi pagi. gak rugi lah bangun pagi dan panas-panasan buat dapatin foto yang kece pas event ini.

0 komentar:

Taman Sakura Keputih Surabaya, Taman Pinggiran Surabaya Timur

08.46.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Hari jumat siang kemarin seharusnya ada jadwal kuliah di kampus, tapi ternyata dosennya gak bisa ngajar alhasil kuliah pun kosong. Gara-gara temen gak tau harus ngapain di kost-an akhirnya saya ajak main ke Taman Sakura yang notabene deket banget sama kampus apalagi sama kost-an temen saya ini. Saking dekatnya sampai semua anak di kelas belum pernah ada yang kesini wkwk
Taman Hutan Kota
Taman Sakura Keputih ini terletak di wilayah kecamatan Keputih Surabaya Timur. Lokasinya dulu merupakan tempat pembuangan sampah yang kini disulap oleh walikota Bu Tri Risma menjadi taman kota yang menghijaukan kota Surabaya. Taman ini baru saja dibuat dan lokasi yang di pinggiran kota Surabaya sehingga belum terlalu ramai dikunjungi orang tidak seperti taman lain seperti Taman Bungkul yang terletak di tengah kota. Mungkin yang kesini hanya masyarakat sekitar sini atau mahasiswa yang hanya ingin bersantai seperti saya hahaha
Jalan Setapak Taman
Bagian Lain Taman
Akses
Untuk menuju lokasi ini bisa menggunakan kendaraan pribadi. Anda tinggal menuju daerah kampus ITS kemudian melalui jalan Arif Rahman Hakim terus kearah timur menuju jalan keputih. Dari jalan Keputih masih lurus ke timur sampai ada jalan belokan dengan palang tulisan Puskesmas Keputih atau tulisan Teminal keputih lalu belok kanan mengikuti jalan. Kemudian tidak jauh setelah belok tadi di sebelah kiri jalan akan ada jalan di antara Puskesmas dan Terminal lalu masuk ke jalan tersebut. Setelah masuk jalan ini akan terlihat pemandangan pohon bambu di kanan kiri jalan. Di sini terdapat wisata Taman Hutan Bambu dan di sebelah kanan adalah lokasi Taman Sakura Keputih.
Jalan Menuju Taman
Kalo menggunakan angkutan kota / lyn bisa menggunakan lyn O dengan rute dibawah ini

Jembatan Merah – Universitas Hang Tuah – Keputih Berangkat : Jembatan Merah – Veteran – Pahlawan – Pasar Besar – Peneleh – Makam Peneleh – Undaan Kulon – Kalianyar – Ngaglik – Krampung – Karangan – Bronggalan – Tambang Boyo – Karang Menjangan –RS.Dr. Soetomo – Dharmahusada – Kertajaya Indah – Manyar Kertoadi – Gebang Putih – Arif Rahman Hakim – Keputih. Kembali : Keputih – Arif Rahman Hakim – Gebang Putih – Manyar Kertoadi – Kertajaya Indah – Dharmahusada – Karang Menjangan – RS. Dr. Soetomo – Kedung Sroko – Pacar Keling – Kalasan – Jolotundo – Bronggalan – Krampung – Tambaksari – Ambengan – Kusuma Bangsa – Kalianyar – Jagalan – Pasae Besar – Bubutan – Indrapura – Rajawali – JMP.

Google Map

Fasilitas
Di taman sakura ini terdapat tempat parkir yang saat saya kesana bayarnya Rp 3000,-. Dari palang di taman sepertinya taman ini adalah hasil kerjasama antara Pemkot Surabaya dengan salah satu bank swasta. Di bagian depan terdapat taman bunga yang cukup lebat dengan berbagai jenis bunga yang dikelompokkan menurut jenisnya masing-masing. Tapi ketika saya kesini tidak ada bunga sakura atau mungkin hanya nama tamannya yang sakura, hmm entahlah. Kebun pembibitan juga terdapat di bagian depan taman. Taman ini cukup luas dibandingkan taman kota lain di Surabaya yang jumlahnya lumayan banyak. Untuk pengunjung yang ingin ke toilet ada di bagian depan taman yang dekat dengan pos keamanan.
Palang Tulisan
Kebun Bunga
Kebun Bunga
Kebun Bunga
Lanjut ke bagian tengah disini terdapat Plaza air mancur yang sepertinya menjadi ikon dari taman ini tapi sayang ketika saya kesana airnya gak keluar. Semakin ke belakang kebun bunganya semakin sedikit jadi terlihat sedikit lebih gersang, mungkin masih dalam tahap pengembangan. Di bagian belakang ini terdapat semacam tugu yang dipasang jam dinding. Taman Sakura Keputih ini juga memiliki taman bermain untuk anak jadi yang bawa anak kecil tidak perlu repot cari taman bermain lagi. Untuk yang pengen melakukan refleksi kaki, di samping jalan setapak taman ini juga terdapat kerikil-kerikil kecil yang ditata sedemikian rupa yang bisa digunakan untuk refleksi kaki.
Plaza Air Mancur
Bunga yang Belum Tumbuh
Tugu Taman
Taman Bermain
Kesimpulan
Kalo pengen mengunjungi Taman Sakura Keputih ini sebaiknya jangan siang hari karena taman ini mayoritas ditanami tanaman yang rendah sehingga cukup panas tersengat matahari langsung buat pengunjung taman ini. Dan apabila anda ingin wisata murah di Surabaya Timur silahkan main ke Taman Sakura Keputih ini yang cuma bayar parkir dan buat beli bensin aja.

0 komentar:

Friendship and Brotherhood, Ajang Pameran dan Kontes Reptil Nasional

21.51.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Ngomongin soal hobi, selain hobi saya jalan-jalan wisata alam, hobi saya yang lain termasuk hobi yang agak ‘nyeleneh’ atau bahkan dibilang aneh sama temen sekelas yaitu pelihara reptil. Reptil sendiri termasuk dalam kingdom animalia vertebrata dan dalam kelas reptilia (bahasa biologi haha). Yap entah kenapa saya lebih suka pelihara reptil daripada mamalia lain seperti kucing atau kambing. Dikala banyak orang berpikir bahwa reptil itu menakutkan, menjijikkan atau apa lah pokoknya hal-hal negatif banyak disematkan untuk reptil. Untuk reptil sendiri saya lebih suka dengan reptil berkaki khususnya Leopard Gecko alias Tokek Warna Padang Gurun, cari aja di google gambarnya banyak banget. Untuk reptil melata sorry saya agak geli kalo waktu megang dan gak dibolehin orang rumah untuk pelihara jadi gak pelihara reptil melata.

logo FnB
Kondisi Pameran
Di Indonesia sekarang lagi rame orang pelihara reptil, mungkin karena reptil adalah peliharaan anti mainstream. Dan bisa dibilang reptil ini adalah hobi mahal. Seekor reptil bisa seharga puluhan ribu hingga puluhan juta. Bayangin ya PULUHAN JUTA !!! bisa buat beli sapi lebih dari seekor dan bisa beli motor buat jadi sopir gojek wkwk
Stan Leopard Gecko
Baby Green Iguana
Kura air lupa namanya wkwk
salah satu jenis ular
Back to reptil, dunia pe-reptil-an Indonesia ini selalu ramai dengan banyaknya pameran dan kontes yang bertaraf regional maupun nasional. Dengan adanya pameran ini tentu akan mengenalkan semakin luas tentang reptil ke masyarakat yang masih awam dengan reptil, dan dengan adanya kontes ini akan membuat para reptilers Indonesia berusaha merawat dan mencoba mengembang biakkan reptil dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Kebetulan biasanya di bulan September merupakan ajang pameran dan kontes dengan nama Friendship and Brotherhood yang rutin diadakan setiap tahun di kota Surabaya tepatnya di Mall Ciputra World dan ini merupakan ajang pameran dan kontes tingkat nasional dimana menjadi media pertemuan atau kopdar para reptilers Indonesia.
Ular Berbisa nih
Kura darat Indiana Star
Ball Python Albino
Dalam acara ini pameran diselenggarakan sekitar 2 minggu di Mall Ciputra World Surabaya. Disini banyak dipamerkan dan dijual reptil-reptil yang sangat bervariasi. Mulai dari ular, iguana, leopard gecko, kura-kura, tarantula dan reptil-reptil lain yang jarang dijumpai di Indonesia. Untuk harga bervariasi tergantung jenis , mulai harga puluhan ribu hingga puluhan juta. Seperti contohnya adalah Iguana Albino ini yang harga pasarannya di Indonesia masih diatas 20 juta. Iyaaa dua puluh juta bayangin bisa dibuat beli motor sport atau ke kampus naik iguana aja ya wkwkwk.
Iguana Albino yang mahaalll
Red Iguana
Kura darat Sulcata
Biasanya di 2 hari terakhir event ini akan diadakan Kontes Reptil. Disini reptil-reptil akan dinilai dari segi morph atau warna dan pola di tubuhnya, kesehatan dan juga temperamen reptil tersebut. Jadi pastinya reptil yang diikutkan merupakan reptil pilihan dengan warna atau pola yang menakjubkan dan bahkan untuk reptil yang terkenal liar dan ganas disini sudah seperti seekor anjing yang biasa diajak jalan-jalan saking jinaknya haha
Salamander Air
Entah Kadal Apaan Nih
Red Tegu Hewan Asli Benua Amerika Selatan
Kontes ini terdiri dari beragam kelas sesuai ketentuan panitia acara dan memperebutkan trophy + Sertifikat + uang pembinaan. Tentu saja reptil yang mendapatkan gelar juara jika dijual harganya bisa saja cukup tinggi karena memang reptil tersebut secara kualitas lebih baik dari reptil lain di kelasnya. Untuk dokumentasi saat kontes kebetulan saya gabisa jadi gak ada fotonya, maafkan ya. Cukup foto dibawah ini dokumentasi lomba leopard gecko.
Kontes Leopard Gecko
Semoga dengan banyaknya pameran dan kontes reptil ini dapat mengenalkan reptil ke masyarakat lebih luas dan membuat para reptilers menghasilkan reptil-reptil berkualitas tanpa menangkap di alam liar.

0 komentar: