Teatrikal Perobekan Bendera Hotel Yamato Surabaya, Pengulangan Sejarah Indonesia

14.05.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Beberapa hari lalu dapat info dari sosmed kalo akan ada pertunjukan teatrikal rekonstruksi peristiwa perobekan bendera belanda di hotel yamato atau yang sekarang ini dikenal dengan hotel majapahit. Acara digelar hari Senin jam 6.00-9.00 WIB. Berhubung hari Senin gak ada jadwal kuliah akhirnya bisa menyempatkan datang ke acara ini meskipun datangnya siang wkwkwk. Acara dilakukan sepanjang jalan tunjungan dan untuk kendaraan parkirnya di jalan Genteng kali.
Hotel Yamato yang kini bernama Hotel Majapahit
Peristiwa bersejarah tersebut di rekonstruksi ulang semirip mungkin
Tepat 71 tahun lalu di lokasi yang sama Arek-Arek Suroboyo melawan Belanda dan merobek warna biru pada bendera Belanda diatas hotel dan hanya menyisakan warna merah putih yang merupakan bendera Indonesia. Peristiwa bersejarah tersebut di rekonstruksi ulang semirip mungkin dengan kondisi saat itu. Acara ini dihadiri oleh pejabat pemkot Surabaya termasuk walikota Bu Risma, beberapa regu dari TNI, Polisi dan ratusan veteran perang. Tak lupa juga ratusan paduan suara dari siswa/siswi SD SMP dan SMA. Acara diawali dengan upacara tetapi karena saya datangnya siang alhasil gak dapat momen upacaranya. Waktu datang jam setengah 8, persiapan acara teatrikal telah siap dan akan dimulainya pertunjukan.
Veteran Perang
TNI
Paduan Suara SMP-SMA
Narator
Pembacaan narasi perjuangan yang sangat heroik dan nasionalis sampai bikin merinding
Aksi teatrikal diawali dengan para pemeran orang belanda melewati depan hotel majapahit dengan menaiki mobil jeep klasik. Tak lupa diatas hotel sudah dikibarkan bendera belanda yang akan dirobek oleh Arek-Arek Suroboyo. Selanjutnya ditampilkan aksi protes arek suroboyo terhadap orang belanda yang ada di hotel itu untuk segera menurunkan bendera sampai terjadi kericuhan dan ada dua arek suroboyo yang tertembak dan gugur pada saat itu. Puncak dari amarah arek-arek suroboyo ini adalah perobekan warna biru pada bendera Belanda dan akhirnya dikibarkan bendera merah putih diatas hotel. Didalam teatrikal ini juga terdapat momen pembacaan narasi yang menurut saya sangat nasionalis untuk membela negara Indonesia dan jujur saya sendiri mendengarnya langsung merinding semangat. Setelah bendera merah putih berkibar selanjutnya adalah aksi pengantaran jenazah pejuang yang telah gugur ditembak oleh Belanda.
Orang Belanda Mau Lewat
Naik Mobil Jeep Klasik
Protes Arek-Arek Suroboyo
Menuju Tiang Bendera
Bendera Belanda Diturunkan
Perobekan Bendera
Merah Putih Berkibar
“JAS MERAH”, Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah
Semua yang ditampilkan dibuat semirip mungkin yang menggambarkan keadaan sebenarnya 71 tahun silam yang menjadi salah satu sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Saya rasa acara ini juga membakar rasa nasionalisme para penerus bangsa (termasuk saya dan banyak adek-adek sekolah yang lihat secara langsung). Ya memang tadi sempat ada adegan yang cukup fail alias gagal dan membuat para penonton tertawa yaitu saat membuang kain biru dari bendera dan terbang lalu menyangkut di kabel listrik di samping hotel. Tapi secara keseluruhan ini adalah acara yang menggambarkan sejarah bahwa kemerdekaan tidak hanya di tanggal 17 Agustus 1945 tetapi masih banyak perjuangan yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan. Seperti kata bung Karno “JAS MERAH”, Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah.

MERDEKA .... !!! MERDEKA .... !!! MERDEKA .... !!!

Mbak Narator
Para Pemain Teater
Pejuang yang Gugur
Veteran bersama siswa SD
Seniman Lukis
sekian tulisan saya tentang teatrikal perobekan bendera yang telah berlangsung tadi pagi. gak rugi lah bangun pagi dan panas-panasan buat dapatin foto yang kece pas event ini.

You Might Also Like

0 komentar: