Mengenal Pasar Modal Melalui INVESTIVAL di Kampus UNAIR

19.49.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Web
Sebenarnya acara yang saya ikuti ini sudah berlangsung cukup lama yaitu tanggal 20 Oktober 2016, namun karena kesibukan dan malah update postingan lain akhirnya cerita ini baru saya tuliskan saat ini.
Beberapa bulan sebelumnya saya sempat sedikit tahu tentang apa itu saham dan dasar-dasar investasi dalam saham, kemudia dari radio saya mendapatkan info bahwa ada sebuah event dengan nama INVESTIVAL. Event ini merupakan sebuah seminar yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan beberapa perusahaan sekuritas bekerjasama dengan UniversitasAirlannga (UNAIR) Surabaya yang bertemakan “Ayo Rek Nabung Saham” dan diadakan di Airlangga Convention Center UNAIR. Kebetulan kampus UNAIR sendiri cukup dekat dengan kampus saya dan materi seminarnya pun sangat saya butuhkan akhirnya saya niatkan untuk mencoba hadir di event tersebut.
Airlangga Convention Center
Dari info radio saya langsung tanya ke teman saya yang merupakan mahasiswa UNAIR dan diberikan alamat website untuk registrasi online. Dari website tersebut terdapat agenda acara dari tanggal 19 Oktober sampai 21 Oktober. Lalu saya baru ingat bahwa hari Rabu dan Jumat saya ada praktikum di kampus dan hari Kamis jadwal kuliah penuh. Berhubung tekad sudah bulat akhirnya saya putuskan untuk “membolos” satu hari yaitu hari Kamis karena cuma kuliah teori.
ID Card Peserta dan Rundown
Tepat kamis pagi saya berangkat dari rumah menuju gedung Airlangga Convention Center kampus C UNAIR dengan memacu motor keadaan ngebut. Saya pikir saya telat tapi ternyata di tempat event masih sepi dan para peserta seminar baru saja datang. Saya langsung ke tempat registrasi dan sempat melihat-lihat tempat photo booth. Setelah registrasi selesai saya langsung masuk kedalam dan kesan pertama adalah “WOW!”, acara seminar ini dikemas secara baik dan penuh warna dari tatanan lampu.
Booth Registrasi
Photo Booth
Light Lamp
Acara dimulai dengan pembukaan untuk hari kedua ini dan diselingi oleh penampilan dari perwakilan seni kampus. Beberapa menit ditampilkan acara musik, barulah sesi yang saya tunggu yaitu seminar sesi III, yap sesi III karena sesi I dan II ada di hari pertama. Seminar sesi ini tentang Motivasi Investasi yang disampaikan oleh Bapak Jimmy Dimas Wahyu. Beliau merupakan Co-Founder & Advisor of Lima Dua Group dan sudah berpengalaman dalam dunia pasar modal. Seperti kebanyakan orang sukses, Bapak Jimmy ini juga pernah merasakan jatuh bangun diawal menyelami trading saham. Namun dari cerita yang disampaikan, kini beliau telah merasakan kebebasan finansial dan bahkan bisa traveling kemanapun yang ia suka. Dari beliau saya mendapatkan ilmu tentang faktor psikologi untuk terjun ke dalam dunia trading saham ini yang tentu sangat penting bagi seorang pemula seperti saya.
Sesi I
Seminar sesi I
Di hari tersebut ada dua sesi seminar dan dilanjutkan seminar sesi IV yang diisi oleh Bapak Ryan Filbert. Untuk materi sesi ini tentu berbeda dengan sesi sebelumnya yaitu Analisa Pasar Modal. Menurut saya materi kali ini adalah lebih banyak ke teknis dalam pasar modal untuk mencapai profit atau keuntungan. Tentu siapa saja ingin profit tanpa mendapatkan kerugian. Dari sesi ini saya mendapatkan ilmu baru tentang meminimalisir risiko kerugian dan memaksimalkan keuntungan dengan analisa pasar modal yang tepat.
Seminar sesi II
Booth Sekuritas
Selain seminar, didalam gedung juga terdapat banyak stan dari perusahaan sekuritas yang telah terdaftar di OJK untuk mempromosikan produk mereka. Sesuai dengan target peserta acara ini yang merupakan mahasiswa, pihak sekuritas sebagian besar telah membuat produk tabungan saham yang sangat sesuai dimanfaatkan oleh para mahasiswa seperti saya. Disini kita dapat bertanya tentang macam-macam tabungan saham bahkan membuka rekening saham secara langsung ke pihak sekuritas.
Siap Buka rekening
Tinggal Pilih Sekuritas
Saya pribadi yang sebelumnya masih sangat awam tentang apa itu pasar modal atau saham, dari dua sesi seminar saya sudah mendapatkan wawasan yang cukup banyak. saya harap event yang mengedukasi seperti ini perlu diperbanyak dan saya rasa “bolos” kuliah untuk mengikuti event hari ini di UNAIR tidak sia-sia haha.




0 komentar:

Pengalaman Menonton Karapan Sapi Secara Langsung

17.32.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Sebenarnya tujuan utama ke Pamekasan sendiri adalah untuk melihat perhelatan event Karapan Sapi yang hanya digelar satu kali tiap tahunnya. Tepatnya yang menjadi tuan rumah adalah Kabupaten Pamekasan. Mungkin banyak yang sudah tahu dan bahkan sering di buku-buku sekolah mengenai informasi bahwa karapan sapi ini merupakan budaya asli dari Madura.
Karapan Sapi
Setelah sehari sebelumnya diadakan Festival Sapi Sonok, hari Minggu tanggal 30 Oktober ini masih di tempat yang sama yaitu di Stadion R.Soenarto Hadiwidjojo diadakan lomba karapan sapi.
Sekitar jam 10 pagi kami langsung pergi menuju stadion. Berbeda dengan hari sebelumnya yang ramai tapi masih lancar untuk parkir atau jalan, siang ini di stadion parkiran penuh bahkan sampai membuat macet jalan raya. Untuk parkir motor saja kami harus mencari cukup jauh dan itu pun bukan tempat parkir tetapi sebuah gedung pemkab yang disulap mejadi parkiran dadakan.
Di siang hari yang sangat panas kami berjalan menuju stadion. Diluar stadion banyak masyarakat yang menonton dari luar dengan memanjat pagar stadion atau melihat dari atas truk, yup yang penting bisa liat hahaha. acara ini tidak dikenakan tiket masuk dan saya pun langsung cari spot yang bisa take foto dengan angle terbaik yaitu di dekat finish. Maklum saja saya hanya pake kamera dengan lensa standart, tidak seperti para jurnalis atau fotografer yang sudah profesional menggunakan lensa tele zoom dengan ukuran yang panjang-panjang.
sampai naik pagar
ramainya antusiasme masyarakat
di sekitar garis finish
Karapan sapi ini memperebutkan Piala Presiden Bergilir. Semua peserta yang ikut merupakan perwakilan yang telah mengikuti seleksi di tiap Kabupaten jadi ada total 16 peserta yang mengikuti lomba karapan sapi ini. Jadi selain mewakili tim mereka sendiri, tiap peserta juga mewakili kabupaten asal mereka.

Pemenang adalah yang paling cepat sampai garis finish
Secara teknis lomba ini sebenarnya cukup sederhana, yakni dua peserta akan lomba adu cepat sampai di garis finish dengan jarak sekitar 80-90 meter (berdasarkan panjang lapangan stadion). Tapi berbeda dengan lomba balapan umumnya, karapan sapi ini nantinya ada juara Menang dan juara yang kalah. Dari balapan putaran pertama, pasangan sapi yang menang akan dilombakan dengan para peserta yang menang dan yang kalah akan dilombakan dengan peserta yang kalah sehingga nanti akan diperoleh dua juara.
Lintasan Balapan
Balapan
Salah Satu Peserta
Setiap pasang sapi akan ada seorang joki. Joki ini biasanya adalah anak kecil atau remaja agar bobotnya ringan dan sapi bisa lari lebih kencang. Setiap sapi yang akan berlomba dimasukkan ke dalam area pelepasan. Disini setiap sapi akan disiapkan oleh joki dan para official tim. Setiap peserta diberikan batas waktu 10 menit untuk persiapan. Jika kedua peserta sudah siap sebelum batas waktu habis, maka balapan akan langsung dimulai. Namun jika ada peserta yang belum siap maka tetap saja sapi harus langsung dilepas atau dianggap kalah.

Mencoba mengambil foto yang penuh tantangan
Untuk sekedar ambil foto sangat susah, selain penonton yang sangat banyak juga harus was-was jika joki gagal mengendalikan sapi maka sapi bisa saja menabrak para penonton. Karena saya datang siang hari maka spot terbaik hanyalah di dekat finish yang memacu adrenalin hahaha
Dekat Banget -_-
Saya juga menyempatkan melihat di dekat area pelepasan. Disini setelah sapi dilepas akan ada banyak orang yang membunyikan peralatan yang digunakan agar sapi berlari lebih kencang. Peralatan yang digunakan bermacam-macam mulai dari kaleng bekas hingga lonceng. Yang jelas semua alat yang bunyinya berisik.
Area Pelepasan
Mulai Start
Hadiah yang diperoleh cukup menggiurkan
Hadiah dari karapan sapi ini adalah sebuah mobil tentu sebuah hadiah yang cukup besar untuk event seperti ini. Menurut info yang saya dengar kalo sapi yang menjadi juara disini harganya bisa naik ratusan juta. Saya kira harga itu sebanding dengan perawatan yang dilakukan pemilik sapi seakan-akan sapinya ini merupakan sapi spesial. Kenapa spesial ? di salah satu tenda tempat perawatan sapi salah satu tim saya lihat sapi ini diberikan perlakuan khusus seperti diberikan jamu bahkan ada tukang pijatnya sendiri.
Tenda Perawatan
Daaannn tujuan awal saya datang ke Pamekasan ini sudah tercapai yaitu melihat secara langsung dengan mata kepala saya sendiri wkwk sorry lebay. Padahal gak nonton sampai selesai, Cuma setengah balapan yang ada. Yang penting sudah liat lah dan tahun ini yang menjadi juara dari Kabupaten Sampang. Selamat untuk para pemenang dan tetap lestarikan budaya asli Indonesia J

0 komentar:

Api Tak Kunjung Padam, Api Alami Abadi di Pulau Garam

17.24.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Masih cerita di Pulau Madura tepatnya di Kabupaten Pamekasan, disini terdapat sebuah objek wisata bernama Api Tak Kunjung Padam atau orang sekitar mengenalnya dengan sebutan Wisata Api Alam. Yap di tempat ini ada sebuah wilayah yang dari bawah tanah mengeluarkan api terus menerus meskipun diguyur hujan dan semua ini terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

Menikmati malam minggu di jalanan
Untuk ke objek wisata satu ini kami menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari tengah kota Pamekasan menuju perbatasan antara Pamekasan dan Sampang. 15 menit tadi ditempuh dengan naik motor dan kecepatannya sedang sambil menikmati jalanan Pamekasan, mungkin efek malam minggu kali ya hahaha.
Dari pinggir jalan raya akan ada tulisan Sekolah Luar Biasa Api Alam dan masuk gang di sebelah tulisan tersebut. Setahu saya kalo dari Sampang menuju Pamekasan akan ada Tulisan yang lebih jelas tentang objek wisata ini. Sumber api ini sempat dikenal luas ketika pagelaran PON yang lampau (kurang tau tepatnya tahun berapa) menggunakan api dari tempat ini untuk menyalakan obornya.
Tempat Masuk ke Tempat Wisata
Sekitar 50 meter setelah masuk kedalam gang akan sampai di gerbang parkir tempat ini. Terdapat parkiran motor dan parkiran kendaraan besar semisal bus atau mobil. Untuk motor ditarif 3000 rupiah. Dari parkiran masih harus jalan kaki sekitar 30 meter untuk menuju ke spot api nya. Saat berjalan tadi di kiri kanan jalan banyak orang berjualan jajanan ataupun souvenir khas Madura. Tempat ini cukup ramai dikunjungi karena menjadi salah satu wisata yang didatangi saat orang ziarah di Madura atau sekedar main ke Pamekasan kayak kami ini.
Tempat Parkir
Penjual Souvenir di Jalanan
Konon ramai terdengar sebuah cerita lama dan sangat dipercaya oleh warga sekitar bahwa sejarah semburan nyala api atau api alam tersebut pertama kali ditemukan oleh Ki Moko dan sebuah sumber air belerang di dusan Jangkah, Ki Moko merepukan seorang yang terkenal sakti di Madura pada kala itu.

Sesampainya di tempat api menyala, sudah banyak anak-anak yang sedang membakar jagung. Di sekitar sini banyak juga penjual jagung manis yang siap untuk langsung dibakar. Salah satu temen saya yang belum makan malam pun langsung beli jagung yang cuma seharga 2000 rupiah.
Nenek Penjual Jagung
Lagi Bakar Jagung
Api sekarang dalam kondisi kecil dan keluar dari beberapa titik
Untuk kondisi api sekarang memang terlihat kecil yang wilayah tanahnya diberi pagar besi untuk batas aman. Api tersebut keluar dari bawah tanah mungkin saja ada sumber gas dari bawah tanah, namun setahu saya belum ada penelitian lebih lanjut. Temen saya yang anak asli Pamekasan sini bilang kalo dulunya ada dua titik tempat keluarnya api namun salah satunya sudah ditutup dengan tanah dan yang sekarang dikunjungi ini sebagian besar sudah ditutup tanah karena terlalu membahayakan juga. Anehnya, di tempat ini tanah yang mengeluarkan api hanya sebidang tanah dengan diameter lingkaran sekitar 5 meter. Cukup luas dan hawa di sekitar api memang lumayan panas. Namun ketika anda menggali tanah diluar wilayah tadi atau diluar pagar, tidak akan ada api yang keluar.
Api Tak Kunjung Padam
Puas menikmati api abadi ini saya dan teman-teman langsung kembali ke pusat kota karena masih banyak tempat yang perlu dikunjungi saat malam minggu tersebut. Tempat wisata ini wajib anda kunjungi saat berwisata di Pulau Madura terutama jika melalui Kabupaten Pamekasan. Api Tak Kunjung Padam menawarkan sebuah wisata yang unik dan sangat langka di Indonesia sekalian anda berbelanja oleh-oleh khas Madura di tempat ini.
Stan Penjual Souvenir
Stan Penjual Souvenir

0 komentar:

Festival Sapi Sonok, Potret Keanggunan Sapi Madura

00.43.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments

Ini merupakan cerita detail waktu saya main ke Kabupaten Pamekasan, Madura. Tepatnya hari Sabtu tanggal 29 Oktober lalu setelah saya dan temen-temen baru sampai Pamekasan, langsung menuju ke Stadion R.Soenarto Hadiwidjojo yang merupakan tempat perhelatan festival sapi sonok. Festival sapi sonok ini merupakan salah satu budaya yang ada di Pulau Garam Madura.
Stadion Lokasi Festival
Panggung Acara
Festival adu kecantikan antar sapi betina
Yup festival ini termasuk rangkaian event sebelum acara puncak yaitu lomba karapan sapi dan biasanya diadakan sehari sebelum karapan sapi. Seperti event tahunan pada umumnya yang jelas isi stadion ini penuh dengan masyarakat yang ingin melihat festival sapi sonok tingkat Madura.
Peserta Sapi Sonok
Berdandan dengan Aksesoris
Festival sapi sonok ini sendiri berbeda dengan karapan sapi yang beradu kecepatan untuk sampai garis finish terlebih dahulu, sapi sonok ini yang digunakan adalah sapi betina dan yang dinilai adalah kecantikan sapi serta kekompakan langkah kaki menuju garis finish.
Latihan
Garis Start
Di dalam stadion ada wilayah khusus tempat para sapi ini sebelum tampil. Para sapi didandani dengan banyak aksesoris untuk mempercantik penampilan. Para peserta merupakan sapi-sapi pilihan dari berbagai penjuru Madura yang secara khusus dihias dan dirawat oleh pemiliknya. Dari info yang saya dapat harga sapi sonok ini berkisar puluhan juta. Sebelum mengikuti festival ini para pemilik sudah memesan aksesoris yang akan dipakai sapi. Bahannya ada yang dari perak bahkan emas. Satu set aksesoris yang dipakai sapi ini bisa mencapai 5 juta rupiah.
Pawang di Belakang Sapi
Garis Finish
Pawang yang Ikut Menari
Yang paling anggun dan kompak yang menang
Teknis perlombaan sebenarnya cukup sederhana yaitu dalam satu babak akan ada tiga pasang sapi yang berlomba. Dari garis start sapi diharuskan berjalan dengan anggun dan kompak antara sapi kanan dan sapi kiri. Di belakang sapi terdapat pawang atau pelatih yang mengendalikan sapi dengan tali. Pada saat sapi berjalan akan ada iringan musik sehingga pawang yang hebat bisa menari secara kompak dengan sapi yang ada di depannya. Tentu itu bukan hal mudah, bayangin aja menuntun dua sapi biar jalan kompak dan anggun pula. Sesampainya di garis finish, kaki depan sapi diharuskan menginjak balok kayu dan tidak boleh berpindah sampai musik selesai. Kelihatannya sih mudah tapi banyak juga pawang yang gagal mengendalikan sapinya sampai sapi berjalan terlalu cepat atau tidak berjalan lurus. Setelah musik berhenti, terdapat tim juri yang menilai poin tiap peserta dengan akumulasi berdasarkan kesalahan yang dilakukan sapi peserta. Saya sendiri juga kurang tau kesalahan seperti apa yang mengurangi poin yang jelas juri pasti akan menyebutkan jumlah poin tiap peserta.

Musik Tradisional Pengiring
Dewan Juri
Untuk arena pertandingan sapi sonok ini tidak terlalu jauh atau lebar, cukup menggunakan sebagian lapangan stadion. Yang menarik perhatian disini adalah ketika melihat peserta yang akan tampil melakukan latihan di sisi lain lapangan. Kenapa saya bilang menarik ? karena setiap ada peserta yang latihan akan membawa rombongan yang main musik sehingga suasana semakin ramai. Apalagi ketika terdapat wanita biduan yang ikut dalam rombongan peserta yang latihan ini, pasti akan semakin banyak orang yang datang untuk memberikan saweran. Tenang saja ini sudah merupakan tradisi jadi tidak perlu berpikir yang aneh-aneh hahaha.
Rombongan Latihan
Budaya lokal ini sudah mendapatkan paten agar tak bisa diakui bangsa lain
Festival sapi sonok ini merupakan budaya dan tradisi Madura yang telah memiliki hak paten dari Menkumham jadi harapannya kedepan tidak akan ada bangsa lain yang mengakui budaya ini merupakan milik mereka. Sapi sonok belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat, sehingga piala yang diberikan kepada peserta hanya piala lokal, sedangkan karapan sapi, merupakan Piala Bergilir Presiden RI.
Asisten Pawang di Garis Finish
Saya sendiri juga kurang tahu apa hadiah dari festival sapi sonok ini karena gak mengikuti sampai akhir acara. Yang jelas sapi yang menjadi juara harganya akan naik sampai ratusan juta rupiah karena merupakan sapi terbaik yang mengikuti acara ini. Bisa dibilang saya beruntung karena dapat melihat secara langsung festival ini yang hanya diadakan sekali dalam setahun dan merasakan kemeriahan dari budaya asli Madura. kalo di event ini kita bebas mau ambil foto dari angle manapun bahkan bisa selfie sama sapinya.


Sempet Selfie Sama Sapi

0 komentar:

Menikmati Wisata dan Budaya Kabupaten Pamekasan - Bagian 2

17.59.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Masih lanjutan postingan sebelumnya dan masih di Pamekasan,

Hari kedua tepatnya tanggal 29 Oktober kami siap untuk melihat meriahnya karapan sapi tapi sayangnya dimulai siang hari. Akhirnya kami putuskan pagi hari kami sekedar main ke Pantai Jumiang yang tidak terlalu jauh dari rumah temen saya. Sebenernya pantai ini tidak terlalu bagus karena memang lebih banyak digunakan sebagai tempat bersandar perahu nelayan. Tapi yang asik di pantai ini juga terdapat bukit jadi bisa foto dari atas bukit. Karena kesiangan jadi gak dapet momen sunrise wkwk. Di pantai kami Cuma foto-foto gak jelas mumpung pantainya sepi gak ada yang liat.
Pantai Jumiang
Siang hari sekitar jam 10 kami berangkat ke stadion yang digunakan event karapan sapi. bisa ditebak seberapa ramenya, semua berkumpul disini menyaksikan acara yang dihelat sekali dalam setahun ini untuk menentukan sapi tercepat se Madura. Meskipun panas terik gak menyurukan niat untuk liat event ini. Panas, rame, desak-desakan, tapi yang penting puas bisa liat keseruan lomba balapan sapi pilihan dari tiap Kabupaten yang ada di Madura ini. Karena acara ini berlangsung cukup lama dan karena memori kamera sudah penuh, alhasil kami pun langsung menyudahi melihat event ini sekitar jam 1 siang. Serius panasnya gak main-main -_-
Karapan Sapi
Setelah liat karapan sapi kami mampir beli es bubur kacang ijo yang cukup terkenal di Pamekasan. tempatnya emang kaki lima di pinggir jalan tapi ramenya minta ampun. Entah emang buburnya yang enak atau faktor cuaca, yang jelas esnya sangat segar dinikmati di siang hari yang terik tadi. Untuk kali ini gak ada fotonya ya sorry lupa gak ngefoto saking hausnya pengen ngabisin esnya wkwkwk.

Puas lepas dahaga langsung dilanjutkan beli rujak khas Pamekasan. menurut saya rujaknya hampir sama dengan rujak cingur di Surabaya. Rujak disini berisikan sayuran dan cingur (mulut) sapi, yang membedakan hanya bumbu petis yang dipake disini berwarna coklat berbeda dengan Surabaya yang berwarna hitam, kayaknya sih beda dari bahan pembuatnya. Untuk rasa memang menurut saya rujaknya lebih enak dibanding yang di Surabaya.
Rujak Madura
Sore hari kami masih sempat istirahat, dapat info kalo malam hari akan ada pawai musik keliling di sekitar alun-alun. Sekitar jam 8 malam kami langsung menuju alun-alun dan benar saja sudah penuh sesak sama masyarakat yang ingin liat pawai musik ini. Lagi-lagi gara-gara telat akhirnya kami terpaksa jalan lumayan jauh untuk liat yang rombongan terdepan. Pawai berisikan mobil yang dihias dan para pemain musik bermain diatasnya. Lagunya sih campur mulai lagu madura sampai lagu dangdut hahaha. pawai musik berakhir tapi kami masih belum berakhir menghabiskan malam di Pamekasan ini. Seperti malam sebelumnya kami ngopi+nyusu di alun-alun tepatnya kali ini di depan Monumen Arek Lancor yang merupakan ikon dari Kab.Pamekasan ini. Monumen ini berbentuk tugu dari senjata tradisional Madura. Dibanding malam sebelumnya suasana alun-alun jauh lebih sepi.
Pawai Musik
Monumen Arek Lancor

Senin paginya sebenarnya masih ada karnaval drumband tapi terpaksa kami balik ke Surabaya dan kembali ke kehidupan nyata yaitu kuliah + nugas + ngerjain TA hahaha. entah kenapa niatan main ke Pamekasan kemarin yang awalnya Cuma pengen liat Karapan Sapi malah bertambah dengan berbagai event yang diadakan PemKab Pamekasan ini. Satu lagi manfaat dari punya teman yang asalnya jauh dari kota perantauannya yaitu kita bisa numpang ketika main ke kotanya *jangan ditiru ya kalo yang ini.

sekedar tips aja kalo main ke Madura, jangan lupa bawa sunblock karena 3 hari disini kulit saya sudah belang dan banyak yang bilang muka saya makin hitam padahal sebelumya udah hitam wkwkwk.

terimakasih sudah membaca sedikit cerita di pulau seberang ini.

0 komentar: