Api Tak Kunjung Padam, Api Alami Abadi di Pulau Garam

17.24.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Masih cerita di Pulau Madura tepatnya di Kabupaten Pamekasan, disini terdapat sebuah objek wisata bernama Api Tak Kunjung Padam atau orang sekitar mengenalnya dengan sebutan Wisata Api Alam. Yap di tempat ini ada sebuah wilayah yang dari bawah tanah mengeluarkan api terus menerus meskipun diguyur hujan dan semua ini terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

Menikmati malam minggu di jalanan
Untuk ke objek wisata satu ini kami menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari tengah kota Pamekasan menuju perbatasan antara Pamekasan dan Sampang. 15 menit tadi ditempuh dengan naik motor dan kecepatannya sedang sambil menikmati jalanan Pamekasan, mungkin efek malam minggu kali ya hahaha.
Dari pinggir jalan raya akan ada tulisan Sekolah Luar Biasa Api Alam dan masuk gang di sebelah tulisan tersebut. Setahu saya kalo dari Sampang menuju Pamekasan akan ada Tulisan yang lebih jelas tentang objek wisata ini. Sumber api ini sempat dikenal luas ketika pagelaran PON yang lampau (kurang tau tepatnya tahun berapa) menggunakan api dari tempat ini untuk menyalakan obornya.
Tempat Masuk ke Tempat Wisata
Sekitar 50 meter setelah masuk kedalam gang akan sampai di gerbang parkir tempat ini. Terdapat parkiran motor dan parkiran kendaraan besar semisal bus atau mobil. Untuk motor ditarif 3000 rupiah. Dari parkiran masih harus jalan kaki sekitar 30 meter untuk menuju ke spot api nya. Saat berjalan tadi di kiri kanan jalan banyak orang berjualan jajanan ataupun souvenir khas Madura. Tempat ini cukup ramai dikunjungi karena menjadi salah satu wisata yang didatangi saat orang ziarah di Madura atau sekedar main ke Pamekasan kayak kami ini.
Tempat Parkir
Penjual Souvenir di Jalanan
Konon ramai terdengar sebuah cerita lama dan sangat dipercaya oleh warga sekitar bahwa sejarah semburan nyala api atau api alam tersebut pertama kali ditemukan oleh Ki Moko dan sebuah sumber air belerang di dusan Jangkah, Ki Moko merepukan seorang yang terkenal sakti di Madura pada kala itu.

Sesampainya di tempat api menyala, sudah banyak anak-anak yang sedang membakar jagung. Di sekitar sini banyak juga penjual jagung manis yang siap untuk langsung dibakar. Salah satu temen saya yang belum makan malam pun langsung beli jagung yang cuma seharga 2000 rupiah.
Nenek Penjual Jagung
Lagi Bakar Jagung
Api sekarang dalam kondisi kecil dan keluar dari beberapa titik
Untuk kondisi api sekarang memang terlihat kecil yang wilayah tanahnya diberi pagar besi untuk batas aman. Api tersebut keluar dari bawah tanah mungkin saja ada sumber gas dari bawah tanah, namun setahu saya belum ada penelitian lebih lanjut. Temen saya yang anak asli Pamekasan sini bilang kalo dulunya ada dua titik tempat keluarnya api namun salah satunya sudah ditutup dengan tanah dan yang sekarang dikunjungi ini sebagian besar sudah ditutup tanah karena terlalu membahayakan juga. Anehnya, di tempat ini tanah yang mengeluarkan api hanya sebidang tanah dengan diameter lingkaran sekitar 5 meter. Cukup luas dan hawa di sekitar api memang lumayan panas. Namun ketika anda menggali tanah diluar wilayah tadi atau diluar pagar, tidak akan ada api yang keluar.
Api Tak Kunjung Padam
Puas menikmati api abadi ini saya dan teman-teman langsung kembali ke pusat kota karena masih banyak tempat yang perlu dikunjungi saat malam minggu tersebut. Tempat wisata ini wajib anda kunjungi saat berwisata di Pulau Madura terutama jika melalui Kabupaten Pamekasan. Api Tak Kunjung Padam menawarkan sebuah wisata yang unik dan sangat langka di Indonesia sekalian anda berbelanja oleh-oleh khas Madura di tempat ini.
Stan Penjual Souvenir
Stan Penjual Souvenir

You Might Also Like

0 komentar: