Mudahnya Prosedur Pengurusan Perpanjang Plat Nomor dan Pajak 5 Tahunan

08.50.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


Jaman sekarang hampir semua orang pasti punya kendaraan bermotor, dan sebagai warga negara yang baik harus menjadi kebetulan motor saya bulan Maret ini sudah 5 tahun. Tentunya plat nomor pun harus ganti dan kewajiban membayar pajak 5 tahunan harus dilakukan.

Kebetulan hari Kamis hari libur kuliah, saya disuruh Ayah untuk mengurus sendiri plat nomor ini di Kantor Bersama Samsat Ketintang Surabaya Selatan di daerah Ketintang yang memang dekat dari rumah. Sebelum berangkat saya sempatkan browsing prosedur pengurusannya. Beberapa blog yang saya baca kok ribet ya ngurusnya. Namun karena ayah yang nyuruh akhirnya berangkat aja haha

Sebelum berangkat siapkan dulu berkas yang akan digunakan yaitu :
- STNK (Asli)
- BPKB (Asli)
- KTP (Asli) dengan nama sesuai STNK dan BPKB, jika kendaraan belum balik nama tetap harus bawa yang sesuai dengan STNK dan BPKB tadi serta surat kuasa
- bolpoin buat isi formulir

Sampai di kantor saya langsung nyelonong aja ikut motor didepan saya yang sepertinya juga mau mengurus plat nomor. Motor langsung parkir di tempat Cek Fisik R2.
Tempat Cek Fisik R2
Setelah parkir di Cek Fisik, fotocopy dulu berkas tadi di tempat Fotocopy yang ada. Disini enaknya sudah disiapkan sesuai dengan ketentuan mulai dari map hingga susunan posisi berkasnya. Cukup bayar 7ribu.
Berkas BPKB
Berkas STNK dan KTP
Berkas selesai fotocopy langsung ambil formulir di loket Layanan Formulir. Disini anda harus sedikit berjuang Karena mengisi beberapa lembar formulir. Tenang saja cukup isi bagian yang ada datanya di STNK. Bagian yang tidak tahu tinggal dikosongi.
Loket Formulir

Formulir yang harus diisi
Formulir selesai isi, langsung ke bagian cek fisik. Disini langsung ke meja petugasnya dan bilang mau cek fisik sambil menyerahkan berkas. Berkas akan di stempel tanda kendaraan ada.
Petugas Cek Fisik Kendaraan
Lanjut pindah ke samping motor dan tunggu bapak petugas bagian ‘gesek-gesek’ nomor kendaraan. Nomor rangka akan di gesek di bagian jok motor dan bagian mesin. Kata ayah dulu sih di bagian ini petugasnya pasti minta uang ‘upah’ seikhlasnya. Sekarang sudah ada spanduk bertuliskan “Bebas Pungli” jadi petugas tidak akan meminta ‘upah’. Tapi balik lagi jika anda memang ikhlas anda bias memberi petugas, biasanya ada beberapa orang yang memberi sekedar 2ribu atau 5ribu (Karena beberapa motor kalo gesek harus sampai jongkok).
Proses Gesek Rangka Mesin
Selesai ‘gesek-gesek’, balik lagi ke meja petugas dan di stempel tanda sudah cek fisik. Jangan lupa memindahkan ke tempat parkir karena keterbatasan lahan di tempat Cek Fisik ini.

Selanjutnya ke loket Layanan Cek Fisik dengan menyerahkan semua berkas dan formulir tadi ke petugas. Nunggu beberapa saat karena masih dilakukan pengecekan kelengkapan berkas, jika lengkap akan diberikan lagi dan lanjut ke Loket 1 bagian Ganti STNK/Perpanjangan.
Loket layanan cek fisik
Keliatan ribet ? tenang aja semua petugas sangat informatif, dan semua tempat itu ada dalam satu deret. Jadi gak perlu jalan terlalu jauh.

Dari Layanan Cek Fisik akan diinfokan kalo lanjut ke Loket 1 bagian Ganti STNK/Perpanjangan. Loket ini didalam gedung yang tengah ya. Di petugas loket tinggal menyerahkan berkas

Selanjutnya ke bagian Blokir yang ada di sampingnya dan masih dalam 1 loket.

Setelah di bagian Blokir balik lagi ke bagian Perpanjangan lagi dan akan diberikan selembar kertas untuk pembayaran pajak.
Loket Perpanjangan dan Blokir
Kita harus menunggu sampai nama kita dipanggil di Loket 2 bagian Pembayaran pajak . Sampai  tiba giliran akan dipanggil untuk melakukan pembayaran pajaknya di kasir dan memperoleh slip pembayaran pajak.
Loket Pembayaran Pajak
Dari kasir tadi lanjut geser ke loket Layanan PNPB STNK & TNKB dengan menyerahkan slip pembayaran pajak.
Loket Cetak STNK
Disini nunggu sebentar lagi sampai dipanggil yang menandakan STNK yang baru sudah selesai dicetak. Selain dapat slip STNK juga dapat slip untuk pencetakan plat nomor di bagian Workshop Cetak TNKB.
Loket Pengambilan STNK
Sebelum ke Workshop jangan lupa fotocopy lagi KTP cukup 500 rupiah. Ruang Workshop ini ada di paling belakang, di dekat Cek Fisik R2 tadi. Di Workshop langsung setorkan slip yang didapat sebelumnya dan fotocopy KTP. Proses pembuatan plat nomor baru ini cukup cepat kok jadi tunggu beberapa saat aja sampai dipanggil.
Tempat cetak plat nomor
Dan VOILA ! STNK dan plat nomor motor saya sudah baru bertambah 5 tahun haha.
Plat nomor baru
Saya kira ribet mengurus hal semacam ini, tapi ternyata tidak. Saya berangkat dari rumah jam 10 pagi dan jam 12 siang semua pengurusan STNK dan plat nomor ini sudah selesai. Bukti bahwa pelayanan publik akan selalu dibenahi di waktu yang akan datang. Mulai dari syarat yang tidak terlalu susah, petugas yang informatif sampai alur pengurusan yang seminimal mungkin.

Oh ya beberapa waktu lalu sempat ramai nilai pajak kendaraan bermotor yang naik, saya gak sempat nge-foto bannernya. Tapi ini dapat tarif baru yang sesuai PP no 60 tahun 2016 dan berlaku sejak 1 Januari 2017 lalu.
Tarif Pajak Terbaru
cukup sekian informasi yang bisa saya berikan tentang prosedur pengurusan pajak 5 tahunan dan penggantian plat nomor kendaraan bermotor di Surabaya Selatan. Jika ada yang belum jelas silahkan tinggalkan komentar mungkin saya bisa bantu hehehe

0 komentar:

Pendakian Gunung Penanggungan Via Jalur Tamiajeng Trawas

12.44.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


sudah lama gak update blog ya karna repot siding progress tugas akhir 😃

jadi ceritanya ini disempatkan main ke gunung diantara waktu libur semester yang cuma 1 minggu. Dengan adanya ajakan naik ke Gunung Penanggungan dadakan ini akhirnya saya putuskan untuk join rombongan yang cuma 1 orang termasuk diri saya.
Puncak Pawitra Penanggungan
Gunung Arjuna dari Puncak Pawitra
Oh ya kami naik ke Gunung Penanggungan ini via jalur Tamiajeng Trawas karena ini merupakan jalur yang paling mudah untuk pemula seperti saya diantara 4 jalur yang ada untuk ke Gunung Penanggungan. Sebenarnya banyak jalur untuk mendaki gunung yang katanya Miniatur Gunung Semeru ini diantaranya jalur Jolotundo, jalur Gempol dan jalur dari Jedong Ngoro.

Pos Basecamp Tamiajeng
Basecamp atau Pos 1 jalur Tamiajeng Trawas ini ada pas di sebelah Ubaya Training Center (UTC), jadi dari setelah putar balik setelah masjid Cheng Hoo Pasuruan, naik ke Trawas tinggal pake GPS atau tanya aja ke warga jalur ke UTC ini atau ke Tamiajeng, dijamin semua warga sana pasti tau dan baik hati memberi info.

Hari Jumat siang saya dan kawan-kawan mulai packing dan persiapan logistic yang rencana sore hari berangkat. Dari kampus di Surabaya jam 17.30 sampai ke basecamp jam 21.00 dikarenakan selain jalan macet juga terjadi insiden teman saya yang gak tahu jalan malah nyasar.
Sesampainya di basecamp kami langsung menuju pos untuk daftar ke petugas dan mendengarkan briefing, tak lupa kami membayar biaya masuk 10ribu per orang juga diberi kantong plastik untuk sampah dan juga peta jalur pendakian.
Base Camp Tamiajeng
Start Pendakian
Sebelum mulai pendakian, silahkan isi penuh stok air untuk masak atau minum karena diatas Gunung Penanggungan ini tidak ada sumber mata air jadi semua harus disiapkan dari basecamp. Sekitar jam 22.00 kami start pendakian. Jangan tanya bagaimana dokumentasi saat pendakian karena pake kamerapun hasilnya gelap gulita jadi hape disimpan untuk pagi hari. Bayangkan saja bagaimana rasanya pendakian tengah malam saat itu gerimis dan kondisi lapar karna warung di basecamp sudah tutup semua haha. Foto dokumentasi ini diabadikan saat turun atau kondisi siang hari.
Trek dari pos 1 (kiri) dan trek dari pos 3 (kanan)
Dari pos 1 ke pos 2 trek masih relatif datar bahkan diawal jalannya turunan. Berdasarkan peta yang saya dapat dari petugas, jarak pos 1 ke pos 2 ini 2,4 KM dan waktu itu kami berhasil menempuhnya dalam waktu 30 menit. Saat siang hari di pos 1 ini akan ada warung yang jual makanan dan minuman. Setelah berisitirahat 5 menit di bawah cuaca gerimis rintik-rintik kami lanjutkan pendakian. Mulai dari pos 2 ini jalan sedikit menanjak dan cukup licin karena jalan ini merupakan jalur air turun dari atas. Pos 2 sampai puncak bayangan ini jaraknya 2 KM namun karena trek yang menanjak untuk sampai ke pos 3 butuh waktu sekitar 30 menit. Pos 3 ke pos 4 butuh waktu 1 jam dan pos 4 ke puncak bayangan jalanan sangat menanjak butuh waktu 1 jam. Jadi dari pos 1 sampai puncak bayangan kami butuh waktu 3 jam karena nafas saya yang ngos-ngosan gak pernah olahraga wkwk. Normalnya sih memang 2-3 jam. Jam 1 malam kami baru sampai puncak bayangan dan langsung mendirikan tenda karena saat itu langsung hujan badai sampai baju kami lumayan basah. Beberapa tenda di sini juga ada yang rubuh kena angin.
Puncak Pawitra dari Puncak Bayangan
Puncak Pawitra
Puncak Bayangan
Puncak bayangan ini merupakan sebuah tanah datar yang cukup luas dan biasa dijadikan tempat camp ground para pendaki. Saat pendakian, puncak bayangan ini seperti puncak Gunung Penanggungan tapi puncak sebenarnya masih jauh. Biasanya jam 3-4 pagi barulah naik ke puncak pawitra untuk berburu sunrise, namun karena kami baru tidur jam setengah 2 pagi akhirnya kami baru naik jam 5. Normalnya ke puncak sekitar 30 menit tapi saya baru sampai atas jam 6 pagi alias 1 jam perjalanan. Trek menuju puncak ini tidak ada datarnya melainkan tanjakan dengan kemiringan 70-80 derajat dan jalan batuan kecil sampai besar. Gagal mendapat sunrise alhasil foto-foto apa adanya. Dari puncak ini dapat terlihat puncak gunung Arjuna Welirang. Jika beruntung dapat terlihat Gunung Semeru dan Pegunungan Bromo. Dari puncak ini juga terlihat jalur lain untuk menuju puncak ini. Sejak tahun 2015 di Puncak Penanggungan dipasang tiang Bendera. Jadi menambah Nasionalisme kita, disisi bawah juga terdapat makam kecil "mbah penanggungan" katanya. Saya sendiri belum pernah kesana.
Pemandangan di puncak
Lembah Gunung
Trek turun dari puncak ke puncak bayangan
Puas foto-foto langsung turun sekitar jam 8 pagi. Dari atas sini waktu mau foto puncak bayangan malah tertutup kabut. Sesampainya di tenda kami langsung masak makanan karena bias dibilang dari semalam perut belum terisi makanan berat, hanya terisi air minum dan roti + madu.
Makan siang
Partner Naik Kemarin
Setelah makan sekitar jam 11.30 kami turun dari puncak bayangan untuk pulang. Kebetulan ini adalah hari sabtu jadi banyak rombongan yang baru saja naik. Perjalanan turun kami tempuh sekitar 2 jam. Sengaja turunnya pelan karena otot kaki sempat keram dan jalannya licin daripada malu terpeleset wkwk.

Mungkin lain waktu jika saya kesini lagi mungkin lebih banyak dan lebih bagus dokumentasi yang diambil.

Bisa dibilang perjuangannya sebanding dengan pemandangan yang diperoleh untuk sekedar short trip. Dari segi berat medan jalur via Tamiajeng Trawas ini relatif mudah untuk pemula atau wanita. Beberapa teman saya latihan sebelum naik Gunung Semeru juga naik ke Gunung Penanggungan ini terlebih dulu.

0 komentar: