Pendakian Gunung Penanggungan Via Jalur Tamiajeng Trawas

12.44.00 Moch Ristra Mahardinata 0 Comments


sudah lama gak update blog ya karna repot siding progress tugas akhir 😃

jadi ceritanya ini disempatkan main ke gunung diantara waktu libur semester yang cuma 1 minggu. Dengan adanya ajakan naik ke Gunung Penanggungan dadakan ini akhirnya saya putuskan untuk join rombongan yang cuma 1 orang termasuk diri saya.
Puncak Pawitra Penanggungan
Gunung Arjuna dari Puncak Pawitra
Oh ya kami naik ke Gunung Penanggungan ini via jalur Tamiajeng Trawas karena ini merupakan jalur yang paling mudah untuk pemula seperti saya diantara 4 jalur yang ada untuk ke Gunung Penanggungan. Sebenarnya banyak jalur untuk mendaki gunung yang katanya Miniatur Gunung Semeru ini diantaranya jalur Jolotundo, jalur Gempol dan jalur dari Jedong Ngoro.

Pos Basecamp Tamiajeng
Basecamp atau Pos 1 jalur Tamiajeng Trawas ini ada pas di sebelah Ubaya Training Center (UTC), jadi dari setelah putar balik setelah masjid Cheng Hoo Pasuruan, naik ke Trawas tinggal pake GPS atau tanya aja ke warga jalur ke UTC ini atau ke Tamiajeng, dijamin semua warga sana pasti tau dan baik hati memberi info.

Hari Jumat siang saya dan kawan-kawan mulai packing dan persiapan logistic yang rencana sore hari berangkat. Dari kampus di Surabaya jam 17.30 sampai ke basecamp jam 21.00 dikarenakan selain jalan macet juga terjadi insiden teman saya yang gak tahu jalan malah nyasar.
Sesampainya di basecamp kami langsung menuju pos untuk daftar ke petugas dan mendengarkan briefing, tak lupa kami membayar biaya masuk 10ribu per orang juga diberi kantong plastik untuk sampah dan juga peta jalur pendakian.
Base Camp Tamiajeng
Start Pendakian
Sebelum mulai pendakian, silahkan isi penuh stok air untuk masak atau minum karena diatas Gunung Penanggungan ini tidak ada sumber mata air jadi semua harus disiapkan dari basecamp. Sekitar jam 22.00 kami start pendakian. Jangan tanya bagaimana dokumentasi saat pendakian karena pake kamerapun hasilnya gelap gulita jadi hape disimpan untuk pagi hari. Bayangkan saja bagaimana rasanya pendakian tengah malam saat itu gerimis dan kondisi lapar karna warung di basecamp sudah tutup semua haha. Foto dokumentasi ini diabadikan saat turun atau kondisi siang hari.
Trek dari pos 1 (kiri) dan trek dari pos 3 (kanan)
Dari pos 1 ke pos 2 trek masih relatif datar bahkan diawal jalannya turunan. Berdasarkan peta yang saya dapat dari petugas, jarak pos 1 ke pos 2 ini 2,4 KM dan waktu itu kami berhasil menempuhnya dalam waktu 30 menit. Saat siang hari di pos 1 ini akan ada warung yang jual makanan dan minuman. Setelah berisitirahat 5 menit di bawah cuaca gerimis rintik-rintik kami lanjutkan pendakian. Mulai dari pos 2 ini jalan sedikit menanjak dan cukup licin karena jalan ini merupakan jalur air turun dari atas. Pos 2 sampai puncak bayangan ini jaraknya 2 KM namun karena trek yang menanjak untuk sampai ke pos 3 butuh waktu sekitar 30 menit. Pos 3 ke pos 4 butuh waktu 1 jam dan pos 4 ke puncak bayangan jalanan sangat menanjak butuh waktu 1 jam. Jadi dari pos 1 sampai puncak bayangan kami butuh waktu 3 jam karena nafas saya yang ngos-ngosan gak pernah olahraga wkwk. Normalnya sih memang 2-3 jam. Jam 1 malam kami baru sampai puncak bayangan dan langsung mendirikan tenda karena saat itu langsung hujan badai sampai baju kami lumayan basah. Beberapa tenda di sini juga ada yang rubuh kena angin.
Puncak Pawitra dari Puncak Bayangan
Puncak Pawitra
Puncak Bayangan
Puncak bayangan ini merupakan sebuah tanah datar yang cukup luas dan biasa dijadikan tempat camp ground para pendaki. Saat pendakian, puncak bayangan ini seperti puncak Gunung Penanggungan tapi puncak sebenarnya masih jauh. Biasanya jam 3-4 pagi barulah naik ke puncak pawitra untuk berburu sunrise, namun karena kami baru tidur jam setengah 2 pagi akhirnya kami baru naik jam 5. Normalnya ke puncak sekitar 30 menit tapi saya baru sampai atas jam 6 pagi alias 1 jam perjalanan. Trek menuju puncak ini tidak ada datarnya melainkan tanjakan dengan kemiringan 70-80 derajat dan jalan batuan kecil sampai besar. Gagal mendapat sunrise alhasil foto-foto apa adanya. Dari puncak ini dapat terlihat puncak gunung Arjuna Welirang. Jika beruntung dapat terlihat Gunung Semeru dan Pegunungan Bromo. Dari puncak ini juga terlihat jalur lain untuk menuju puncak ini. Sejak tahun 2015 di Puncak Penanggungan dipasang tiang Bendera. Jadi menambah Nasionalisme kita, disisi bawah juga terdapat makam kecil "mbah penanggungan" katanya. Saya sendiri belum pernah kesana.
Pemandangan di puncak
Lembah Gunung
Trek turun dari puncak ke puncak bayangan
Puas foto-foto langsung turun sekitar jam 8 pagi. Dari atas sini waktu mau foto puncak bayangan malah tertutup kabut. Sesampainya di tenda kami langsung masak makanan karena bias dibilang dari semalam perut belum terisi makanan berat, hanya terisi air minum dan roti + madu.
Makan siang
Partner Naik Kemarin
Setelah makan sekitar jam 11.30 kami turun dari puncak bayangan untuk pulang. Kebetulan ini adalah hari sabtu jadi banyak rombongan yang baru saja naik. Perjalanan turun kami tempuh sekitar 2 jam. Sengaja turunnya pelan karena otot kaki sempat keram dan jalannya licin daripada malu terpeleset wkwk.

Mungkin lain waktu jika saya kesini lagi mungkin lebih banyak dan lebih bagus dokumentasi yang diambil.

Bisa dibilang perjuangannya sebanding dengan pemandangan yang diperoleh untuk sekedar short trip. Dari segi berat medan jalur via Tamiajeng Trawas ini relatif mudah untuk pemula atau wanita. Beberapa teman saya latihan sebelum naik Gunung Semeru juga naik ke Gunung Penanggungan ini terlebih dulu.

You Might Also Like

0 komentar: