Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan

Naval Base Open Day 2016, Mengenal Seluk Beluk ARMATIM TNI AL


Sudah cukup lama gak update blog ini karena kesibukan di kampus ya hehe. Bulan Desember ini bertepatan dengan hari Armada, KOARMATIM (Komando Armada RI Kawasan Timur) TNI AL di pelabuhan ujung Surabaya setiap tahunnya selalu mengadakan event untuk masyarakat umum yang meliputi funbike, funrun dan juga kegiatan mengenalkan alutsista TNI AL yang ada di MAKO ARMATIM SURABAYA. Kebetulan saya sendiri hari minggu tidak ada kegiatan jadi saya putuskan untuk sekedar gowes dan berencana melihat-lihat pangkalan pusat Angkatan Laut untuk wilayah Indonesia timur ini.
event Naval Base Open Day 2016
MAKO ARMATIM ini berada di wilayah Surabaya Utara tepatnya diantara Pelabuhan Tanjung Perak dan Jembatan Suramadu. Untuk jalan yang ditempuh kita tinggal melewati jalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian kita tinggal cari rambu yang bertuliskan menuju Armatim. Agak susah sih karena tempat ini bukan merupakan tempat umum dan hanya dibuka satu tahun dalam sekali saat event ini tapi berhubung banyak panitia acara alhasil ada yang mengarahkan.
Dari Pintu Gerbang Mako Armatim
beberapa kapal TNI AL
Sekitar jam 8 pagi saya sampai di armatim dan kondisi masih cukup sepi. Hanya terdapat peserta fun bike dan funrun yang sudah sampai finish. Para siswa-siswi TK juga banyak yang datang karena ada lomba mewarnai. Dari gerbang utama menuju ke ujung pelabuhan saya melewati beberapa kapal milik TNI AL yang sedang berlabuh. Cukup keren sih mengingat jarang sekali melihat hal seperti ini. Acara berlangsung ada di ujung pelabuhan dan tepatnya disamping monumen Jalesveva Jayamahe. Dan dalam hati saya langsung bilang “WAH KEREN!!!” karena selama ini hanya melihat dari kejauhan saat naik kapal feri menuju pulau Madura tetapi kali ini saya berada dibawah monumen tersebut. Sebenarnya bisa naik lebih keatas lagi tetapi saya malas aja melihat banyaknya orang diatas haha.
kapal lainnya
Monumen Jalesveva Jayamahe
Sempat naik ke salah satu KRI
Lanjut explore acara ini lagi saya lihat ada beberapa KRI (Kapal Republik Indonesia) yang masih aktif dan dibuka untuk umum. Saya pun gak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan menaiki dua KRI yang sedang di “parkir”. Keliling dari anjungan hingga buritan kapal dan akhirnya lumayan tahu seperti apa KRI itu meskipun hanya bagian luarnya. Dari kapal ini saya dapat melihat pelabuhan Tanjung Perak dan jembatan Suramadu. Sempat terlintas semacam kapal boat yang mengangkut banyak orang dan ternyata orang-orang tersebut para perenang dari TNI AL maupun umum yang sebelumnya telah unjuk kebolehan dalam berenang di Selat Madura.
atas dek KRI
Jembatan Suramadu kelihatan
para perenang
Ternyata banyak kesatuan di TNI AL
Selain menunjukkan KRI-nya, di event ini TNI AL juga mengenalkan beragam unit kesatuannya. Kalo orang awam mungkin hanya tahu TNI AL dan KOPASKA (Komando Pasukan Katak). Tetapi di event ini saya jadi tahu bahwa banyak sekali kesatuan dibawah naungan TNI AL misalnya DENJAKA, satuan kapal selam, satuan sapu ranjau, dll. Beragam peralatan tempur seperti tank amphibi dan juga senjata api juga diperkenalkan kepada masyarakat. Kalo biasanya tentara kelihatan sangat tegas sampai anda takut untuk ngajak berfoto, disini setiap tentara akan ramah namun tetap tegas bahkan bisa diajak berfoto. Jarang-jarang kan hahaha.
para taruna TNI AL
beberapa pasukan tank
bisa foto dengan para pasukan
Dari semua KRI sayang sekali KRI Dewaruci yang sangat terkenal itu belum berlabuh. KRI Dewaruci terkenal karena misi perdamaiannya mengelilingi seluruh dunia dan KRI ini merupakan kapal layar bermesin, jarang banget kan ada KRI model kapal layar. Setelah saya pulang baru dapat kabar kalo KRI Dewaruci datang siang hari.

Event ini sangat meriah sekali dilihat dari antusiasme masyarakat yang datang ke tempat ini. Bagi yang mengikuti funrun dan funbike ada juga undian doorprize dengan hadiah paling besar adalah sebuah mobil. Sejak semester satu saya ingin datang ke MAKO ARMATIM ini untuk ikut funbike, tetapi baru terwujud di semester tujuh ini.
puncak acara pengundian doorprize
gong raksasa di samping monumen Jalesveva Jayamahe
Saya rasa event seperti ini perlu diselenggarakan rutin tidak hanya oleh AL tetapi juga oleh TNI lain seperti AD atau AU agar masyarakat juga dapat mengenal para pasukan yang siap menjaga kesatuan NKRI, seperti semboyan TNI “Bersama Rakyat TNI Kuat“.


JALESVEVA JAYAMAHE – Di Lautan Kita Jaya

Mengenal Pasar Modal Melalui INVESTIVAL di Kampus UNAIR


Web
Sebenarnya acara yang saya ikuti ini sudah berlangsung cukup lama yaitu tanggal 20 Oktober 2016, namun karena kesibukan dan malah update postingan lain akhirnya cerita ini baru saya tuliskan saat ini.
Beberapa bulan sebelumnya saya sempat sedikit tahu tentang apa itu saham dan dasar-dasar investasi dalam saham, kemudia dari radio saya mendapatkan info bahwa ada sebuah event dengan nama INVESTIVAL. Event ini merupakan sebuah seminar yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan beberapa perusahaan sekuritas bekerjasama dengan UniversitasAirlannga (UNAIR) Surabaya yang bertemakan “Ayo Rek Nabung Saham” dan diadakan di Airlangga Convention Center UNAIR. Kebetulan kampus UNAIR sendiri cukup dekat dengan kampus saya dan materi seminarnya pun sangat saya butuhkan akhirnya saya niatkan untuk mencoba hadir di event tersebut.
Airlangga Convention Center
Dari info radio saya langsung tanya ke teman saya yang merupakan mahasiswa UNAIR dan diberikan alamat website untuk registrasi online. Dari website tersebut terdapat agenda acara dari tanggal 19 Oktober sampai 21 Oktober. Lalu saya baru ingat bahwa hari Rabu dan Jumat saya ada praktikum di kampus dan hari Kamis jadwal kuliah penuh. Berhubung tekad sudah bulat akhirnya saya putuskan untuk “membolos” satu hari yaitu hari Kamis karena cuma kuliah teori.
ID Card Peserta dan Rundown
Tepat kamis pagi saya berangkat dari rumah menuju gedung Airlangga Convention Center kampus C UNAIR dengan memacu motor keadaan ngebut. Saya pikir saya telat tapi ternyata di tempat event masih sepi dan para peserta seminar baru saja datang. Saya langsung ke tempat registrasi dan sempat melihat-lihat tempat photo booth. Setelah registrasi selesai saya langsung masuk kedalam dan kesan pertama adalah “WOW!”, acara seminar ini dikemas secara baik dan penuh warna dari tatanan lampu.
Booth Registrasi
Photo Booth
Light Lamp
Acara dimulai dengan pembukaan untuk hari kedua ini dan diselingi oleh penampilan dari perwakilan seni kampus. Beberapa menit ditampilkan acara musik, barulah sesi yang saya tunggu yaitu seminar sesi III, yap sesi III karena sesi I dan II ada di hari pertama. Seminar sesi ini tentang Motivasi Investasi yang disampaikan oleh Bapak Jimmy Dimas Wahyu. Beliau merupakan Co-Founder & Advisor of Lima Dua Group dan sudah berpengalaman dalam dunia pasar modal. Seperti kebanyakan orang sukses, Bapak Jimmy ini juga pernah merasakan jatuh bangun diawal menyelami trading saham. Namun dari cerita yang disampaikan, kini beliau telah merasakan kebebasan finansial dan bahkan bisa traveling kemanapun yang ia suka. Dari beliau saya mendapatkan ilmu tentang faktor psikologi untuk terjun ke dalam dunia trading saham ini yang tentu sangat penting bagi seorang pemula seperti saya.
Sesi I
Seminar sesi I
Di hari tersebut ada dua sesi seminar dan dilanjutkan seminar sesi IV yang diisi oleh Bapak Ryan Filbert. Untuk materi sesi ini tentu berbeda dengan sesi sebelumnya yaitu Analisa Pasar Modal. Menurut saya materi kali ini adalah lebih banyak ke teknis dalam pasar modal untuk mencapai profit atau keuntungan. Tentu siapa saja ingin profit tanpa mendapatkan kerugian. Dari sesi ini saya mendapatkan ilmu baru tentang meminimalisir risiko kerugian dan memaksimalkan keuntungan dengan analisa pasar modal yang tepat.
Seminar sesi II
Booth Sekuritas
Selain seminar, didalam gedung juga terdapat banyak stan dari perusahaan sekuritas yang telah terdaftar di OJK untuk mempromosikan produk mereka. Sesuai dengan target peserta acara ini yang merupakan mahasiswa, pihak sekuritas sebagian besar telah membuat produk tabungan saham yang sangat sesuai dimanfaatkan oleh para mahasiswa seperti saya. Disini kita dapat bertanya tentang macam-macam tabungan saham bahkan membuka rekening saham secara langsung ke pihak sekuritas.
Siap Buka rekening
Tinggal Pilih Sekuritas
Saya pribadi yang sebelumnya masih sangat awam tentang apa itu pasar modal atau saham, dari dua sesi seminar saya sudah mendapatkan wawasan yang cukup banyak. saya harap event yang mengedukasi seperti ini perlu diperbanyak dan saya rasa “bolos” kuliah untuk mengikuti event hari ini di UNAIR tidak sia-sia haha.




Teatrikal Perobekan Bendera Hotel Yamato Surabaya, Pengulangan Sejarah Indonesia


Beberapa hari lalu dapat info dari sosmed kalo akan ada pertunjukan teatrikal rekonstruksi peristiwa perobekan bendera belanda di hotel yamato atau yang sekarang ini dikenal dengan hotel majapahit. Acara digelar hari Senin jam 6.00-9.00 WIB. Berhubung hari Senin gak ada jadwal kuliah akhirnya bisa menyempatkan datang ke acara ini meskipun datangnya siang wkwkwk. Acara dilakukan sepanjang jalan tunjungan dan untuk kendaraan parkirnya di jalan Genteng kali.
Hotel Yamato yang kini bernama Hotel Majapahit
Peristiwa bersejarah tersebut di rekonstruksi ulang semirip mungkin
Tepat 71 tahun lalu di lokasi yang sama Arek-Arek Suroboyo melawan Belanda dan merobek warna biru pada bendera Belanda diatas hotel dan hanya menyisakan warna merah putih yang merupakan bendera Indonesia. Peristiwa bersejarah tersebut di rekonstruksi ulang semirip mungkin dengan kondisi saat itu. Acara ini dihadiri oleh pejabat pemkot Surabaya termasuk walikota Bu Risma, beberapa regu dari TNI, Polisi dan ratusan veteran perang. Tak lupa juga ratusan paduan suara dari siswa/siswi SD SMP dan SMA. Acara diawali dengan upacara tetapi karena saya datangnya siang alhasil gak dapat momen upacaranya. Waktu datang jam setengah 8, persiapan acara teatrikal telah siap dan akan dimulainya pertunjukan.
Veteran Perang
TNI
Paduan Suara SMP-SMA
Narator
Pembacaan narasi perjuangan yang sangat heroik dan nasionalis sampai bikin merinding
Aksi teatrikal diawali dengan para pemeran orang belanda melewati depan hotel majapahit dengan menaiki mobil jeep klasik. Tak lupa diatas hotel sudah dikibarkan bendera belanda yang akan dirobek oleh Arek-Arek Suroboyo. Selanjutnya ditampilkan aksi protes arek suroboyo terhadap orang belanda yang ada di hotel itu untuk segera menurunkan bendera sampai terjadi kericuhan dan ada dua arek suroboyo yang tertembak dan gugur pada saat itu. Puncak dari amarah arek-arek suroboyo ini adalah perobekan warna biru pada bendera Belanda dan akhirnya dikibarkan bendera merah putih diatas hotel. Didalam teatrikal ini juga terdapat momen pembacaan narasi yang menurut saya sangat nasionalis untuk membela negara Indonesia dan jujur saya sendiri mendengarnya langsung merinding semangat. Setelah bendera merah putih berkibar selanjutnya adalah aksi pengantaran jenazah pejuang yang telah gugur ditembak oleh Belanda.
Orang Belanda Mau Lewat
Naik Mobil Jeep Klasik
Protes Arek-Arek Suroboyo
Menuju Tiang Bendera
Bendera Belanda Diturunkan
Perobekan Bendera
Merah Putih Berkibar
“JAS MERAH”, Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah
Semua yang ditampilkan dibuat semirip mungkin yang menggambarkan keadaan sebenarnya 71 tahun silam yang menjadi salah satu sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Saya rasa acara ini juga membakar rasa nasionalisme para penerus bangsa (termasuk saya dan banyak adek-adek sekolah yang lihat secara langsung). Ya memang tadi sempat ada adegan yang cukup fail alias gagal dan membuat para penonton tertawa yaitu saat membuang kain biru dari bendera dan terbang lalu menyangkut di kabel listrik di samping hotel. Tapi secara keseluruhan ini adalah acara yang menggambarkan sejarah bahwa kemerdekaan tidak hanya di tanggal 17 Agustus 1945 tetapi masih banyak perjuangan yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan. Seperti kata bung Karno “JAS MERAH”, Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah.

MERDEKA .... !!! MERDEKA .... !!! MERDEKA .... !!!

Mbak Narator
Para Pemain Teater
Pejuang yang Gugur
Veteran bersama siswa SD
Seniman Lukis
sekian tulisan saya tentang teatrikal perobekan bendera yang telah berlangsung tadi pagi. gak rugi lah bangun pagi dan panas-panasan buat dapatin foto yang kece pas event ini.

Friendship and Brotherhood, Ajang Pameran dan Kontes Reptil Nasional


Ngomongin soal hobi, selain hobi saya jalan-jalan wisata alam, hobi saya yang lain termasuk hobi yang agak ‘nyeleneh’ atau bahkan dibilang aneh sama temen sekelas yaitu pelihara reptil. Reptil sendiri termasuk dalam kingdom animalia vertebrata dan dalam kelas reptilia (bahasa biologi haha). Yap entah kenapa saya lebih suka pelihara reptil daripada mamalia lain seperti kucing atau kambing. Dikala banyak orang berpikir bahwa reptil itu menakutkan, menjijikkan atau apa lah pokoknya hal-hal negatif banyak disematkan untuk reptil. Untuk reptil sendiri saya lebih suka dengan reptil berkaki khususnya Leopard Gecko alias Tokek Warna Padang Gurun, cari aja di google gambarnya banyak banget. Untuk reptil melata sorry saya agak geli kalo waktu megang dan gak dibolehin orang rumah untuk pelihara jadi gak pelihara reptil melata.

logo FnB
Kondisi Pameran
Di Indonesia sekarang lagi rame orang pelihara reptil, mungkin karena reptil adalah peliharaan anti mainstream. Dan bisa dibilang reptil ini adalah hobi mahal. Seekor reptil bisa seharga puluhan ribu hingga puluhan juta. Bayangin ya PULUHAN JUTA !!! bisa buat beli sapi lebih dari seekor dan bisa beli motor buat jadi sopir gojek wkwk
Stan Leopard Gecko
Baby Green Iguana
Kura air lupa namanya wkwk
salah satu jenis ular
Back to reptil, dunia pe-reptil-an Indonesia ini selalu ramai dengan banyaknya pameran dan kontes yang bertaraf regional maupun nasional. Dengan adanya pameran ini tentu akan mengenalkan semakin luas tentang reptil ke masyarakat yang masih awam dengan reptil, dan dengan adanya kontes ini akan membuat para reptilers Indonesia berusaha merawat dan mencoba mengembang biakkan reptil dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Kebetulan biasanya di bulan September merupakan ajang pameran dan kontes dengan nama Friendship and Brotherhood yang rutin diadakan setiap tahun di kota Surabaya tepatnya di Mall Ciputra World dan ini merupakan ajang pameran dan kontes tingkat nasional dimana menjadi media pertemuan atau kopdar para reptilers Indonesia.
Ular Berbisa nih
Kura darat Indiana Star
Ball Python Albino
Dalam acara ini pameran diselenggarakan sekitar 2 minggu di Mall Ciputra World Surabaya. Disini banyak dipamerkan dan dijual reptil-reptil yang sangat bervariasi. Mulai dari ular, iguana, leopard gecko, kura-kura, tarantula dan reptil-reptil lain yang jarang dijumpai di Indonesia. Untuk harga bervariasi tergantung jenis , mulai harga puluhan ribu hingga puluhan juta. Seperti contohnya adalah Iguana Albino ini yang harga pasarannya di Indonesia masih diatas 20 juta. Iyaaa dua puluh juta bayangin bisa dibuat beli motor sport atau ke kampus naik iguana aja ya wkwkwk.
Iguana Albino yang mahaalll
Red Iguana
Kura darat Sulcata
Biasanya di 2 hari terakhir event ini akan diadakan Kontes Reptil. Disini reptil-reptil akan dinilai dari segi morph atau warna dan pola di tubuhnya, kesehatan dan juga temperamen reptil tersebut. Jadi pastinya reptil yang diikutkan merupakan reptil pilihan dengan warna atau pola yang menakjubkan dan bahkan untuk reptil yang terkenal liar dan ganas disini sudah seperti seekor anjing yang biasa diajak jalan-jalan saking jinaknya haha
Salamander Air
Entah Kadal Apaan Nih
Red Tegu Hewan Asli Benua Amerika Selatan
Kontes ini terdiri dari beragam kelas sesuai ketentuan panitia acara dan memperebutkan trophy + Sertifikat + uang pembinaan. Tentu saja reptil yang mendapatkan gelar juara jika dijual harganya bisa saja cukup tinggi karena memang reptil tersebut secara kualitas lebih baik dari reptil lain di kelasnya. Untuk dokumentasi saat kontes kebetulan saya gabisa jadi gak ada fotonya, maafkan ya. Cukup foto dibawah ini dokumentasi lomba leopard gecko.
Kontes Leopard Gecko
Semoga dengan banyaknya pameran dan kontes reptil ini dapat mengenalkan reptil ke masyarakat lebih luas dan membuat para reptilers menghasilkan reptil-reptil berkualitas tanpa menangkap di alam liar.