Tampilkan postingan dengan label karapan sapi. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Menonton Karapan Sapi Secara Langsung


Sebenarnya tujuan utama ke Pamekasan sendiri adalah untuk melihat perhelatan event Karapan Sapi yang hanya digelar satu kali tiap tahunnya. Tepatnya yang menjadi tuan rumah adalah Kabupaten Pamekasan. Mungkin banyak yang sudah tahu dan bahkan sering di buku-buku sekolah mengenai informasi bahwa karapan sapi ini merupakan budaya asli dari Madura.
Karapan Sapi
Setelah sehari sebelumnya diadakan Festival Sapi Sonok, hari Minggu tanggal 30 Oktober ini masih di tempat yang sama yaitu di Stadion R.Soenarto Hadiwidjojo diadakan lomba karapan sapi.
Sekitar jam 10 pagi kami langsung pergi menuju stadion. Berbeda dengan hari sebelumnya yang ramai tapi masih lancar untuk parkir atau jalan, siang ini di stadion parkiran penuh bahkan sampai membuat macet jalan raya. Untuk parkir motor saja kami harus mencari cukup jauh dan itu pun bukan tempat parkir tetapi sebuah gedung pemkab yang disulap mejadi parkiran dadakan.
Di siang hari yang sangat panas kami berjalan menuju stadion. Diluar stadion banyak masyarakat yang menonton dari luar dengan memanjat pagar stadion atau melihat dari atas truk, yup yang penting bisa liat hahaha. acara ini tidak dikenakan tiket masuk dan saya pun langsung cari spot yang bisa take foto dengan angle terbaik yaitu di dekat finish. Maklum saja saya hanya pake kamera dengan lensa standart, tidak seperti para jurnalis atau fotografer yang sudah profesional menggunakan lensa tele zoom dengan ukuran yang panjang-panjang.
sampai naik pagar
ramainya antusiasme masyarakat
di sekitar garis finish
Karapan sapi ini memperebutkan Piala Presiden Bergilir. Semua peserta yang ikut merupakan perwakilan yang telah mengikuti seleksi di tiap Kabupaten jadi ada total 16 peserta yang mengikuti lomba karapan sapi ini. Jadi selain mewakili tim mereka sendiri, tiap peserta juga mewakili kabupaten asal mereka.

Pemenang adalah yang paling cepat sampai garis finish
Secara teknis lomba ini sebenarnya cukup sederhana, yakni dua peserta akan lomba adu cepat sampai di garis finish dengan jarak sekitar 80-90 meter (berdasarkan panjang lapangan stadion). Tapi berbeda dengan lomba balapan umumnya, karapan sapi ini nantinya ada juara Menang dan juara yang kalah. Dari balapan putaran pertama, pasangan sapi yang menang akan dilombakan dengan para peserta yang menang dan yang kalah akan dilombakan dengan peserta yang kalah sehingga nanti akan diperoleh dua juara.
Lintasan Balapan
Balapan
Salah Satu Peserta
Setiap pasang sapi akan ada seorang joki. Joki ini biasanya adalah anak kecil atau remaja agar bobotnya ringan dan sapi bisa lari lebih kencang. Setiap sapi yang akan berlomba dimasukkan ke dalam area pelepasan. Disini setiap sapi akan disiapkan oleh joki dan para official tim. Setiap peserta diberikan batas waktu 10 menit untuk persiapan. Jika kedua peserta sudah siap sebelum batas waktu habis, maka balapan akan langsung dimulai. Namun jika ada peserta yang belum siap maka tetap saja sapi harus langsung dilepas atau dianggap kalah.

Mencoba mengambil foto yang penuh tantangan
Untuk sekedar ambil foto sangat susah, selain penonton yang sangat banyak juga harus was-was jika joki gagal mengendalikan sapi maka sapi bisa saja menabrak para penonton. Karena saya datang siang hari maka spot terbaik hanyalah di dekat finish yang memacu adrenalin hahaha
Dekat Banget -_-
Saya juga menyempatkan melihat di dekat area pelepasan. Disini setelah sapi dilepas akan ada banyak orang yang membunyikan peralatan yang digunakan agar sapi berlari lebih kencang. Peralatan yang digunakan bermacam-macam mulai dari kaleng bekas hingga lonceng. Yang jelas semua alat yang bunyinya berisik.
Area Pelepasan
Mulai Start
Hadiah yang diperoleh cukup menggiurkan
Hadiah dari karapan sapi ini adalah sebuah mobil tentu sebuah hadiah yang cukup besar untuk event seperti ini. Menurut info yang saya dengar kalo sapi yang menjadi juara disini harganya bisa naik ratusan juta. Saya kira harga itu sebanding dengan perawatan yang dilakukan pemilik sapi seakan-akan sapinya ini merupakan sapi spesial. Kenapa spesial ? di salah satu tenda tempat perawatan sapi salah satu tim saya lihat sapi ini diberikan perlakuan khusus seperti diberikan jamu bahkan ada tukang pijatnya sendiri.
Tenda Perawatan
Daaannn tujuan awal saya datang ke Pamekasan ini sudah tercapai yaitu melihat secara langsung dengan mata kepala saya sendiri wkwk sorry lebay. Padahal gak nonton sampai selesai, Cuma setengah balapan yang ada. Yang penting sudah liat lah dan tahun ini yang menjadi juara dari Kabupaten Sampang. Selamat untuk para pemenang dan tetap lestarikan budaya asli Indonesia J